(foto: int)
Pemerintah Zimbabwe memangkas 25.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS), untuk mengurangi pengeluaran anggaran. Uang bonus PNS juga batal dikucurkan.
Dilansir dari BBC, Selasa (13/9/2016), negara ini ingin menghemat anggaran pegawai US$ 118 juta di tahun ini. Pada Juli lalu, para PNS sempat mogok kerja karena gaji yang terlambat cair. Situasi ekonomi Zimbabwe memang tengah berat, khususnya karena inflasi yang sangat tinggi yang terjadi sejak 2008 lalu.
Saat berbicara kepada parlemen pekan lalu, Menteri Keuangan Zimbabwe, Patrick Chinamasa mengatakan, 97% pendapatan negara tersebut habis untuk membayar gaji. Dia ingin angka tersebut turun menjadi 75% di tahun ini.
Sebanyak 25.000 PNS yang dipangkas ini merupakan 8% dari seluruh PNS yang ada di negara tersebut. Tahun lalu, Chinamasa sempat mengajukan rencana pemangkasan jumlah PNS, tapi ditolak di kabinet.
Lalu dalam beberapa bulan belakangan, pemerintah Zimbabwe kesulitan membayar gaji PNS, termasuk tentara, guru, dan pekerja kesehatan. Pemerintah negara ini kesulitan untuk meningkatkan pendapatannya di tengah kondisi ekonomi yang kolaps. Sebanyak 10.000 perusahaan tutup dalam 10 tahun terakhir di Zimbabwe.(*)
Parl-3180
Harga Emas Batangan Pegadaian Hari Ini, 8 Juni 2020
Harga Emas 18 April, Spot Comex Melemah 3,50 Poin
Gencet Rupiah, Dolar AS Nanjak ke Rp 14.140
Dolar AS Masih Betah di Rp 14.065
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Rabu 28 April 2021, Turun Bos!
Harga Komoditas Tak Bisa Diprediksi Jadi Tantangan Ekonomi Indonesia di 2023