Mantan Presiden Israel, Shimon Peres. (foto: int)
Mantan Presiden Israel, Shimon Peres meninggal dunia pada Selasa (27/9/2016) waktu Tel Aviv, Israel. Sebelumnya peraih Nobel Perdamaian ini dalam kondisi kritis setelah terserang stroke dua pekan lalu.
Kabar kematian Peres diberitakan oleh Reuters mengutip media setempat. Sementara kantor berita AFP mendapatkan konfirmasi kematian pria 93 tahun itu dari seorang dokter di rumah sakit Tel Aviv.
Sebelumnya diberitakan kondisi Peres kian memburuk dan dalam kondisi kritis. Dia dirawat di rumah sakit setelah terserang stroke berat sejak dua pekan lalu. Kondisinya dilaporkan sempat membaik sebelum kemudian terpuruk pada Selasa (27/9), menurut laporan berbagai media Israel. Keluarga dan kerabat dekat Peres telah berada di pembaringannya saat kondisinya kian kritis. Namun mereka menolak berkomentar soal keadaannya.
Belum ada informasi kapan dan dimana dia akan dimakamkan. Peres merupakan negarawan terkemuka Israel dan tokoh yang tak dapat dipisahkan dari berdirinya Israel sejak 1948. Dalam rentang karier hampir 70 tahun di pemerintahan, Peres menjabat di puluhan kabinet dan dua kali bertugas sebagai perdana menteri dari Partai Buruh.
Ia berbagi penghargaan Nobel Perdamaian dengan mendiang mantan perdana menteri Yitzhak Rabin dan pemimpin Palestina Yasser Arafat, karena ketiganya berhasil mencapai kesepakatan untuk berdamai melalui Perjanjian Oslo pada 1993. Namun kesepakatan itu hingga kini belum terwujud menjadi perdamaian.
Rabin terbunuh pada tahun 1995 oleh teroris ultra-nasionalis Israel yang menentang perjanjian damai dengan Palestina. Sejak itu Peres menggantikan Rabin menjadi PM. AFP mencatat, Peres aktif di dunia politik, meneruskan jabatan sebagai menteri luar negeri, dan kemudian terpilih kembali sebagai perdana menteri selama dua periode.
Ia menjabat presiden dari 2007-2014. Selama di dunia politik, Peres mengupayakan perdamaian Palestina-Israel, namun upaya Peres seakan tak berarti karena pemerintahan Israel saat ini seperti tak berniat melanjutkan proses yang dirintisnya.(CNNIndonesia)
Parl-3180
Kabar Baik! Peneliti Temukan Vaksin Corona yang Mudah Diproduksi di Indonesia
Kasus Covid-19 Melonjak, Perkantoran Wajib WFH 75 Persen Mulai 22 Juni 2021
Mau Jadi PNS Lewat 8 Sekolah Dinas Ini? Cek Ketentuannya!
Skema Subsidi Listrik Mau Diubah, Ini 3 Hal yang Wajib Kamu Tahu
Ramalan Zodiak Hari Ini: Scorpio Boros, Sagitarius Harus Profesional
Mudik Pakai Kapal Laut, Anak 6-17 Tahun Bebas Tes Covid-19