sumber foto cnbcindonesia.com
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) memastikan bahwa pemerintah tidak lagi menerima calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk lingkungan administrasi.
Dikutip dari laman cnbcindonesia.com, hal tersebut dikemukakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta. "Mulai sekarang, dengan segala mohon maaf tidak menerima tenaga administrasi," kata Tjahjo di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (19/11/2019).
Berdasarkan data Kementerian PANRB, saat ini memang ada sekitar 4,2 juta aparatur sipil negara (ASN) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Meski demikian, posisi jabatan di lingkungan birokrat nyatanya tidak seimbang.
Dari total ASN yang ada, sebanyak 39% di antaranya diisi oleh tenaga jabatan administrasi. Sementara itu, PNS yang mengisi jabatan teknis, termasuk tenaga kesehatan hanya 15%.
"Itu tadi, untuk tahun ini kami tidak menerima lagi pegawai administrasi karena sudah 1,6 juta. Nanti mau disisir, karena untuk memenuhi tenaga perawat saja itu gak cukup tiga tahun," katanya. "Sekarang 10, yang pensiun bisa 12. Nah kalau dulu yang pensiun 15, diangkat 10, yang 5 honorer, numpuk akhirnya," jelasnya.
Tjahjo pun mengingatkan kepada seluruh pelamar CPNS tahun ini agar tidak mengajukan posisi tenaga administrasi. Pasalnya, pemerintah sudah membuka lowongan untuk bidang lainnya. "Silahkan ikut tes. Sudah mulai menerima tenaga IT juga, sesuai keahlian. Termasuk disabilitas kami juga berikan kewenangan di semua bidang," kata Tjahjo. (GA)
Kemenkes Utamakan Vaksin Booster AstraZeneca pada Januari-Maret
Pengalihan ke Angkutan Umum Dinilai Lebih Efektif Dibanding Subsidi Motor Listrik
Perppu Cipta Kerja: Pengurusan Sertifikat Halal Dipangkas dari 21 Hari Jadi 12 Hari
14 Pilot yang Dipecat Gugat Balik Lion Air
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Tak Mundur, Tetap 13 Juli 2020
Penyesuaian Harga LPG Non Subsidi Ikuti Perkembangan Terkini Industri Migas