sumber foto cnbcindonesia.com
Digitalisasi dalam sistem layanan keuangan akan menjadi fokus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun ini. Mendorong digitalisasi diharapkan bisa meningkatkan literasi.
Dilansir dari laman cnbcindonesia.com, "kami mempercepat fintech, insurtech, virtual banking dan open banking. Enggak semua bank boleh [mengoperasi virtual banking dan open banking] hanya [bank] yang bisa meng-absorp (menyerap) risiko [yang diizinkan]," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Jakarta, Kamis (16/1/2020).
OJK juga fokus untuk mempercepat penyediaan akses keuangan bagi masyarakat. OJK akan mendorong pengembangan UMKM, termasuk obligasi daerah. "Dalam perlindungan konsumen kami akan meningkatkan pengawasan dan Satgas Investasi sehingga investasi bodong mengecil," jelasnya.
Sebelumnya, Wimboh mengatakan kondisi perbankan di Indonesia cukup terjaga. Rasio kecukupan modal (CAR) di 2019 mencapai 23,3%, lebih tinggi dari 2018. Rasio kredit bermasalah (NPL) 2,65%.
Sementara pertumbuhan kredit terus tumbuh membaik khusus di kredit investasi yang mencapai 13,18%. Sementara kredit modal kerja dan kredit konsumsi turun dari 13,03% di 2018 menjadi 2,55% di 2019 untuk kredit modal kerja.
Dari sisi LDR tercatat mencapai 93,6%. "Suku bunga kredit juga sudah turun," kata Wimboh. Suku bunga kredit tercatat berada di 10.46% dan 6,31% untuk bunga deposito. (GA)
Deretan Mobil Jepang hingga Eropa yang Masih Bisa Isi Pertalite
Besok, Samsung Galaxy S20 Plus BTS Edition Sudah Bisa Dipesan di Indonesia
Ini Ponsel Terlaris Kuartal III/2019 : iPhone XR, Galaxy A10, Galaxy A50
Ini Dia Planet Terpanas di Alam Semesta, Suhunya 3.200 Derajat Celcius
Yamaha NMax 155 Connected Dihadirkan untuk Perkuat Posisi Skutik Maxi
Perbandingan Paket Langganan & Kecepatan Internet RI di Q3 2021