Parlindungan SH MH CLA Ketua Harian IKA FH UIR/Pengacara (sumber foto riaubisnis.id) Terkait dengan beredarnya video sekelompok polisi menangkap peserta aksi unjuk rasa dengan cara kekerasan yang disebut lokasi terjadi di dalam kampus Universitas Islam Riau, Parlindungan SH MH CLA selaku Ketua Harian Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (IKA FH UIR) membantah keras, kalau dalam video yang telah tersebar di media sosial, dipastikan berita bohong. Secara visual, tempat kejadian perkara penangkapan sejumlah orang oleh aparat kepolisian bukanlah di Universitas Islam Riau.
Saat RiauBisnis tanyakan kepada Parlindungan, dirinya sangat hapal betul bentuk kampus saat ini, termasuk bagaimana bentuk infrastrukturnya. "Kejadian dalam video tersebut bukan di kampus UIR," tegas Parlindungan yang juga seorang advokat/pengacara di Riau tersebut.
Parlindungan menganggap, pemanfaatan media sosial saat ini berkembang dengan luar biasa. Media sosial mengizinkan semua orang untuk dapat bertukar informasi dengan sesama pengguna media tersebut.
"Jadi kita harus hati-hati dan waspada, jangan terlalu percaya sepenuhnya terhadap isu-isu berita yang beredar sebelum mencari tahu kebenarannya di lapangan," ujar Parlindungan alumni Fakultas Hukum UIR angkatan 1999 ini.
Katanya Parlindungan, penggunaan media sosial pada umumnya cenderung konsumtif, kemudian informasi yang benar dan salah menjadi bercampur aduk. Keberadaan internet sebagai media online membuat informasi yang belum terverifikasi benar dan tidaknya tersebar cepat.
"Sekali lagi, kita harus waspada. Sebab, dalam hitungan detik, sebuah peristiwa sudah bisa langsung tersebar dan diakses oleh pengguna media sosial. Yang cukup disayangkan, saat ini banyak pengguna media sosial untuk menyebarkan kebencian, provokasi dan hoax" jelas Parlindungan. (GA)
Jaksa Agung Rilis Pedoman Tuntutan Rehabilitasi Pengguna Narkoba
Ini Nama-nama Ketua Fraksi di MPR Hasil Sidang Paripurna Hari Ini
Media di Jakarta Gelar Pelatihan Jurnalistik Hukum: Parlindungan sebagai Narasumber
OTT KPK 2020: Dari Komisioner KPU hingga Menteri KKP
Tim Pemburu Koruptor Dihidupkan Lagi, KPK Singgung soal Kegagalan Masa Lalu
Parlemen Dikuasai Koalisi Jokowi, PKS Tak Gentar Meski Oposisi