sumber foto cnnindonesia.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucap rasa syukur karena Indonesia tidak melakukan lockdownatau karantina wilayah sejak pandemic Covid-19 melanda pada Maret 2020 lalu.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com, Jokowi lantas membandingkan kondisi Indonesia dengan negara lain yang menerapkan lockdown, seperti Inggris, Jepang, dan Thailand. Menurut dia, penguncian wilayah itu bisa terjadi berbulan-bulan.
"Alhamdulillah masih beruntung tidak sampai lockdown. Kalau negara lain di Eropa lockdown enggak sebulan-dua bulan, sampai tiga bulan," kata Jokowi saat membuka acara Pemberian Bantuan Modal Kerja di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (8/1).
Karena tak menetapkan lockdown tersebut, Jokowi merasa bersyukur sebab masyarakat Indonesia masih bisa tetap beraktivitas. Ia pun kembali mengingatkan warga untuk tak luput menerapkan protokol kesehatan meliputi mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.
Meski begitu, Jokowi memahami, kondisi perekonomian tetap tak lepas dari dampak pandemi. Itu sebab ia meminta masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk terus berjuang. "Saya harapkan dalam kondisi ini tidak ada yang menyerah, tapi harus tetap berusaha keras, bekerja keras, agar bisa bertahan dalam kondisi yang sangat sulit ini," ujar dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meyakinkan, keadaan akan cepat pulih dalam waktu dekat. Sebab pemerintah akan memulai vaksinasi pada pekan depan. "Nanti kalau yang divaksin sudah 182 juta, itu 70 persen dari penduduk Indonesia, sudah terjadi yang namanya kekebalan komunal. Insyallah Covid-nya sudah setop. Itu harapan kita semua," ucap Jokowi.
Menghadapi pandemi virus corona, pelbagai negara seperti Italia, Perancis, Belgia, Filipina hingga Malaysia sempat menerapkan kebijakan lockdown atau penguncian wilayah demi mengerem laju penularan. Sebagian negara itu memutuskan lockdown pada waktu-waktu awal virus berjangkit dan mendapati kasus kian bertambah.
Jika beberapa negara tersebut memilih lockdown, sepanjang 10 bulan wabah ini, pemerintah Indonesia menempuh kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Itu pun diterapkan berdasar keputusan masing-masing pemerintah daerah.
Adapun belakangan, ketika kasus positif terus melonjak dan kasus aktif Covid-19 belum bisa dikendalikan, pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali. PPKM dipilih untuk menekan laju penularan setelah libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021. (GA)
Update Corona 31 Agustus: 174.796 Positif, 125.959 Sembuh
Hoax Kurma Impor Mengandung Virus Corona dari Kelelawar
Insentif Efektif Dorong Peningkatan Produksi Migas
Kemenkes Instruksikan Semua Apotek Setop Sementara Jual Obat Sirop
Tarif PPN Naik Jadi 11 Persen, Ada Barang dan Jasa yang Bebas Pajak
Rekor Tertinggi Selama Pandemi Pecah, Kasus COVID-19 RI 15 Juli 56.757