sumber foto lifestyle.bisnis.com Sejumlah makanan yang mengandung probiotik atau kultur bakteri hidup (mikrobioma ) sangat bermanfaat bagi saluran pencernaan. Dua jenis mikroorganisme hidup, Lactobacillus atau Streptococcus, ditambahkan ke dalam susu pasteurisasi untuk membuat yogurt, menjadikannya salah satu makanan fermentasi kaya probiotik yang paling populer.
Dilansir laman lifestyle.bisnis.com, anggota lain dari keluarga makanan fermentasi dan ramah flora usus adalah acar, asinan kubis, miso, kombucha, kefir, kimchi dan cuka sari apel. Tak hanya itu, penelitian juga telah menunjukkan hubungan antara mikrobiota gastrointestinal yang hidup di saluran pencernaan berhubungan dan kesehatan otak.
Kini para peneliti dari University College Cork di Irlandia mengeksplorasi apakah hubungan itu dapat berdampak pada otak yang menua. Dilansir dari eatthis, Senin (23/8/2021) pada penelitian tersebut melakukan transplantasi mikrobiota tinja menggunakan bakteri usus baik dari tikus muda umur 3 sampai 4 bulan. Lalu pada tikus tua berumur 19 sampai 20 bulan.
Seorang rekan dan direktur pusat penelitian menyatakan studi itu membuka kemungkinan di masa depan untuk memodulasi mikrobiota usus sebagai target terapi untuk mempengaruhi kesehatan otak.
Menurut Asosiasi Alzheimer, lebih dari enam juta orang Amerika menderita penyakit otak progresif yang menyebabkan penurunan lambat dalam memori, berpikir, dan keterampilan penalaran. Jumlah orang dewasa yang hidup dengan Alzheimer berlipat ganda setiap lima tahun setelah usia 65 tahun.
"Ini menambah bukti bahwa ada interaksi signifikan antara mikrobioma usus dan otak yang mungkin dimediasi oleh sistem kekebalan kita," kata Douglas Scharre, MD, seorang ahli saraf, dan direktur divisi Neurologi Kognitif di Ohio State Wexner Medical Center. (GA)
4 Penyebab Gigi Copot pada Orang Dewasa, Bisa Jadi Gejala Penyakit
Tito Harap Vaksin dari China Cocok dengan Tipe Corona di RI
Berjemur pada Masa Pandemi COVID-19, Perhatikan Hal Ini Agar Tetap Aman
Kok Masih Bau, Padahal Sudah Gosok Gigi! Ini Sebabnya
Indonesia Jadi Negara Ke-68, Jumlah Virus Corona Kasus Tembus 89.077
Mengapa Orang Sudah Divaksin Bisa Tertular Covid-19? Ini Penjelasan Ahli