sumber foto cnnindonesia.com Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan program vaksinasi covid-19 skema mandiri atau berbayar tahun depan hanya untuk warga yang mampu. Pemerintah, sambungnya, tetap memberikan vaksinasi secara gratis melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dilansir dari laman cnnindionesia.com, "upaya percepatan vaksinasi dilakukan melalui pelaksanaan program vaksinasi yang dibiayai oleh APBN. Juga untuk tahun depan, ada skema vaksinasi mandiri pada kelompok masyarakat yang mampu," ungkap Ani, sapaan akrabnya saat Rapat Paripurna DPR ke-3 Masa Persidangan I 2021-2022, Selasa (24/8).
Menurut Ani, kedua opsi itu diberikan untuk mengejar target kekebalan komunal (herd immunity). Per Juni lalu, ia mengklaim pemerintah sudah berhasi mencapai realisasi vaksinasi 1 juta dosis per hari.
Hal itu disertai dengan upaya pemerintah menjaga ketersediaan stok dan harga vaksin di dalam negeri. "Pemerintah telah meminta agar seluruh pelibatan pemda, personil TNI, Polri, dan yang dikoordinasikan oleh BKKBN untuk mengakselerasi seluruh vaksinasi," ujarnya.
Sebenarnya, vaksinasi covid-19 berbayar sempat akan diberlakukan tahun ini lewat program vaksinasi gotong royong. Namun, rencana itu batal setelah menuai pro dan kontra di masyarakat.
"Presiden telah memberi arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semua dibatalkan dan dicabut sehingga semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada Juli lalu. (GA)
Jokowi Kalah Telak di Aceh, TKD: Kami Tak Mampu Bendung Hoax
Kemnaker Targetkan 100 Inkubator Bisnis Lewat Program BLK Komunitas
Temuan Mengejutkan KPK di Riau, Belasan Mobil Dinas Dikuasai Eks Pejabat
Urutan Daftar Prioritas Penerima Vaksin Covid-19
Catat! Ini Alur Pendaftaran Sekolah Kedinasan untuk Jadi PNS
Jokowi Bicara soal Lockdown usai Kasus Aktif Tembus 110 Ribu