sumber foto finance.detik.com Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut pemerintah sedang membahas kenaikan harga BBM jenis Pertalite. Selama ini harga Pertalite ditentukan pemerintah dan tidak dilepas ke mekanisme pasar.
Dilansir dari laman finance.detik.com. Arifin mengatakan pembahasan kenaikan harga Pertalite intens dilakukan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Namun bila harga BBM jadi naik, maka ongkos distribusi bahan-bahan pokok berpotensi naik juga. Terkait hal ini, Kementerian Perdagangan menyatakan tengah menyiapkan beberapa upaya jika harga BBM naik. Isy akan memprioritaskan program tersebut untuk mengantisipasi kenaikan BBM Pertalite. Kemendag pun disebut akan terus berkoordinasi dengan Bappennas.
"Yang paling utama koordinasi nanti dengan pemain pelaku barang usaha dan pokok, kemudian Pemda dan dengan Bappenas. Koordinasi macam-macam, memang judulnya koordinasi tapi isinya akan banyak yang bisa kita lakukan. Kalau misalnya terjadi kenaikan-kenaikan maka Kemendag akan segera berkoordinasi dengan ini," sambungnya. Terkait Tol Laut, Kemendag menyatakan fasilitas ini dapat meringankan biaya transportasi yang selama ini mahal. Kemendag melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sebelumnya menggunakan Tol Laut untuk pengiriman bahan kebutuhan pokok, salah satunya minyak goreng. "Mudah-mudahan dengan kerja sama kita Tol Laut yang diprogram Kemenhub, maka Papua, Maluku, NTT bisa menikmati juga minyak kemasan sederhana dengan harga Rp 14.000/liter," ucapnya beberapa waktu lalu. (RF)
Harga Minyak Dunia Naik Tipis di Tengah Penolakan AS terhadap Pemangkasan Produksi OPEC+
Kemenhub Perintahkan Pelabuhan Kuala Tanjung Jadi Hub Ekspor
Isu Kenaikan Bunga Acuan AS Tekuk Rupiah ke Rp14.838 Akhir Pekan Ini
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Selasa 17 Mei 2022
Eselon III dan IV Diganti Robot, Jokowi: Kita Butuh Kecepatan
Ekonom Sarankan Regulasi Pro Komoditas Ekspor Guna Antisipasi Resesi