sumber foto cnnindonesia.com Nilai tukar rupiah dibuka berada di posisi Rp15.274 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Senin (10/10) pagi. Mata uang Garuda melemah 23,5 poin atau minus 0,15 persen dari posisi sebelumnya. Mayoritas mata uang di kawasan Asia pun bergerak di zona merah. Tercatat, baht Thailand melemah 0,25 persen, peso Filipina minus 0,12 persen, won Korea Selatan minus 0,87 persen, dan rupee India melemah 0,17 persen. Lalu, yen Jepang dan dolar Singapura masing-masing melemah 0,08 persen. Sedangkan, yuan China menguat 0,09 persen dan dolar Hong Kong stagnan. Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak menguat. Poundsterling Inggris menguat 0,16 persen, franc Swiss menguat 0,06 persen, euro Eropa menguat 0,05 persen, dan dolar Kanada menguat 0,12 persen.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com. Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra memproyeksi rupiah melemah terhadap dolar AS hari ini. Penguatan dolar AS ditopang oleh data tenaga kerja yang dirilis Jumat malam mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja AS masih bagus. "Kondisi ketenagakerjaan yang bagus menopang pertumbuhan ekonomi dan ini akan memberikan dukungan bagi kebijakan pengetatan moneter AS yang agresif hingga akhir tahun untuk mengendalikan inflasi," imbuh Ariston kepada CNNIndonesia.com. Dari dalam negeri, lanjut dia, pasar masih mengkhawatirkan dampak negatif potensi resesi global terhadap perekonomian domestik. Ariston memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp15.230 sampai Rp15.300 per dolar AS pada hari ini. (iv)
Mengekor Bursa Regional, IHSG Ditutup Hijau di Level 6.296
Awal Pekan, IHSG Dibuka Hijau di 6.306
Minyak Goreng Curah Bakal Masuk Indomaret-Alfamart, Harganya Rp 14.000/Liter
Obat Maag Ranitidin Ditarik, Ini Kata Indofarma (INAF)
Emas Antam Dijual Rp 660.000/Gram
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 955 Ribu per Gram