sumber foto merdeka.com Merujuk laporan dari Oil World, konsumsi minyak dan lemak global diperkirakan akan meningkat sebesar 10 juta juta pada periode 2022/2023 sementara produksi saat ini diperkirakan meningkat sebanyak 6,9 juta ton, menjadi pertumbuhan terbesar dalam lima tahun terakhir.
Dilansir dari laman infosawit.com. Total konsumsi minyak dan lemak di AS terlihat meningkat sebesar 1,4 juta ton musim ini sementara peningkatan serupa terjadi di China. “Kemungkinan besar ini terjadi lantaran iklim dan dukungan dimulainya pelonggaran kebijakan nol-Covid,” demikian catat Oil World dalam laporannya.
Sementara, konsumsi minyak nabati utamanya minyak sawit di Indonesia akan tumbuh lebih tinggi mencapai 2 juta ton, menjadi tingkat pertumbuhan konsumsi tertinggi diantara negara lainnya. “Perkiraan ini didasarkan pada asumsi rencana kebijakan menaikkan campuran biodiesel dari 30% menjadi 35% tahun depan dilaksanakan setidaknya sebagian,” catat Oil World.
(iv)
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Kamis 13 Januari 2022, Naik Lagi
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian, Senin 19 Juli 2021, Mari Cek!
Pemerintah Targetkan Kemiskinan di Kisaran 7,5 Persen pada 2023
Kenaikan Harga Minyak Mentah Berdampak Pada BBM, Pemerintah Janji Lindungi Masyarakat
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian, Selasa 27 Juli 2021, Cetakan Antam Turun
Siap Produksi 2023, Ini Persiapan Produksi Minyak Makan Merah