sumber foto merdeka.com Merujuk laporan dari Oil World, konsumsi minyak dan lemak global diperkirakan akan meningkat sebesar 10 juta juta pada periode 2022/2023 sementara produksi saat ini diperkirakan meningkat sebanyak 6,9 juta ton, menjadi pertumbuhan terbesar dalam lima tahun terakhir.
Dilansir dari laman infosawit.com. Total konsumsi minyak dan lemak di AS terlihat meningkat sebesar 1,4 juta ton musim ini sementara peningkatan serupa terjadi di China. “Kemungkinan besar ini terjadi lantaran iklim dan dukungan dimulainya pelonggaran kebijakan nol-Covid,” demikian catat Oil World dalam laporannya.
Sementara, konsumsi minyak nabati utamanya minyak sawit di Indonesia akan tumbuh lebih tinggi mencapai 2 juta ton, menjadi tingkat pertumbuhan konsumsi tertinggi diantara negara lainnya. “Perkiraan ini didasarkan pada asumsi rencana kebijakan menaikkan campuran biodiesel dari 30% menjadi 35% tahun depan dilaksanakan setidaknya sebagian,” catat Oil World.
(iv)
Sri Mulyani: Pencairan Program PEN Capai Rp 174,79 Triliun
Indonesia Masuk Posisi Ke-7 Pertumbuhan Dagang Terbesar Dunia
Emas Antam Dipatok Rp 757.000/Gram Hari Ini
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Kamis 12 Agustus 2021
BAZNAS Jamin Transparansi Pengelolaan Dana Zakat
Harga Beras Melejit, BPS Ungkap Biang Keroknya