sumber photo detik.com
Pada perdagangan kemarin (25/7) IHSG ditutup menguat sebesar 0,26% ke level 6.401.37. Sebanyak tujuh dari 10 indeks sektoral berakhir dalam zona hijau, di mana sektor Aneka Industri dan Properti memimpin penguatan masing-masing sebesar 1,27% dan 1,21%. Adapun saham yang menjadi penggerak indeks di antaranya ASII, BMRI, MKPI, INTP, dan TLKM.
Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) senilai Rp 516 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0,06% ke level Rp 13.977.
Bursa saham Wall Street pada perdagangan semalam (25/7) kompak ditutup dalam zona merah, di mana Dow Jones melemah 0,47%, S&P500 turun 0,53% dan Nasdaq negatif 1%.
Adapun penurunan pada indeks terbebani oleh rilisnya kinerja keuangan di antaranya,Ford Motors yang harga sahamnya tercatat melemah 7,45% setelah melaporkan laba yang lebih rendah daripada prediksi dan harga saham Align Technology yang turun 27% juga akibat kinerja dan pendapatan yang lebih rendah daripada perkiraan.
Sementara itu sentimen negatif lain datang dari luar yakni, komentar Gubernur European Central Bank (ECB) Mario Draghi yang mengecewakan pasar. ECB memberikan sinyal untuk pelonggaran moneter, dikutip dari laman detik.com.
IHSG ditutup menguat sebesar 0,3% ke level 6.401. Diperkirakan IHSG kembali melemah dengan pergerakan di kisaran 6.357-6.419. (wili)
Ada Corona, Skema Pemindahan Ibu Kota Baru Perlu Pendalaman Ulang
Dolar AS Melejit ke Rp 14.250
Jalankan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan, Ini PR BPJS Ketenagakerjaan
Minim Sentimen Positif, IHSG Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan
Pabrik Pembuat Sepatu Adidas & Nike PHK 6.000 Karyawan
Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen di Penutupan Akhir Pekan Kemarin