sumber foto cnnindonesia.com
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo menyatakan nilai ambang batas atau passing grade seleksi masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 diturunkan. Alasannya, passing grade seleksi CPNS tahun lalu terlalu tinggi sehingga banyak pelamar yang tak lolos.
Dikutip dari laman cnnindonesia.com, "kalau tidak (diturunkan), kemarin tuh sampai ada beberapa kabupaten/kota enggak ada yang lulus. Kan kasihan juga, kami butuh pegawai tapi dari hasil tes itu soalnya ketinggian," ujar Tjahjo di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (12/11). Tjahjo tak merinci perbandingan passing grade bagi seleksi CPNS 2019. Menurutnya, hal itu menjadi kewenangan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Selain penurunan passing grade, tambah Tjahjo, seleksi CPNS tahun ini juga ditambahkan dengan tes soal radikalisme. "Jadi ada soal wawasan kebangsaan, pancasila, dan ancaman secara umum tentang radikalisme," katanya.
Ia memastikan sistem di laman web pendaftaran CPNS akan terus diperbarui. Sejak dibuka pada Senin (11/11) malam, berbagai keluhan muncul di media sosial karena web yang susah diakses. "Kami tiap hari update, memang sekarang ini banyak yang baru lihat-lihat pilih yang mana. Tapi akan terus di-update karena itu kewenangan BKN," ucapnya.
Pendaftaran Seleksi CPNS Tahun 2019 telah dimulai sejak 11 November 2019 dan berakhir pada 24 November 2019. Ada 152 ribu formasi yang dibuka. Pendaftaran dilakukan secara online lewat situs resmi sscn.bkn.go.id. Dari data BKN, 846 orang tercatat sudah mengunduh formulir pendaftaran CPNS 2019 per hari ini, Selasa (12/11). (GA)
Usai Pilkada, Pemerintah Gelar 7.460 Pilkades saat Pandemi
Jadwal Penyekatan Mudik Jalan Tol Berlaku 6-17 Mei 2021
Ikut Jaga Kedaulatan RI di Natuna, Ini Langkah Pertamina
Tak Ada Opsi Penundaan Pilkada, Pemerintah Perketat Protokol
Update Corona 14 Agustus: 135.123 Positif, 89.618 Sembuh
Panduan Check-in Penerbangan Domestik di Bandara Soekarno-Hatta Saat Pandemi