sumber foto cnnindonesia.com
Menteri Kesehatan Terawan Agus PUtranto mengungkapkan masa observasi WNI dan satu warga negara asing yang dievakuasi dari China di Pulau Natuna terkait Virus Corona akan rampung pada Sabtu (15/2).
Dilansir dari laman cnnindonesia.com, "Jadi begini, selesai [observasi] tanggal 15 [Februari], yang paling penting atas selesainya nanti di tanggal 15," kata dia, di Kantor TNP2K, Jakarta, Selasa (11/2).
Diketahui, 285 orang orang diobservasi di Natuna terkait Virus Corona. Mereka terdiri dari 237 WNI, satu WNA, lima orang tim Kementerian Luar Negeri, 18 orang pegawai Batik Air, dan 24 tim penjemput. Terawan memastikan seluruh WNI itu nantinya diperbolehkan pulang ke daerahnya masing-masing.
Meski demikian, ia mengaku masih menggelar rapat koordinasi teknis untuk proses pemulangan WNI tersebut. Pasalnya, WNI itu memiliki domisili yang tersebar diberbagai daerah. "Perlu dikoordinasi pakai pesawat apa, ke mana mereka? Karena punya alamat sendiri-sendiri," kata dia.
Selain itu, Terawan menegaskan bahwa seluruh WNI yang kini menjalani masa observasi di Pulau Natuna dalam kondisi sehat. Sebab, mereka semua bisa kembali ke Indonesia dari Wuhan karena sudah lolos pemeriksaaan dan sudah dalam keadaan sehat. "Kalau enggak sehat ya gimana, kita yakin karena dia datang dengan sehat ini posisinya adalah kondisi sehat," kata Terawan.
Sebelumnya, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto menyebut warga yang diobservasi itu akan dikumpulkan terlebih dahulu di Jakarta setelah masa observasinya rampung.
Masa 14 hari merupakan periode inkubasi virus asal Wuhan, China, itu. Jika tak menampakkan gejala hingga akhir masa inkubasi, warga yang diobservasi dianggap negatif Corona. (GA)
Update Corona 18 Maret: 227 Kasus, 19 Meninggal, 11 Sembuh
BPH Migas Pastikan Ketersediaan BBM Aman selama Lebaran 2022, Stok Rata-Rata 21 Hari
Mitos-mitos Ini Bikin Orang Jadi Picky, Pilih-pilih Booster Vaksin COVID-19
Bandingkan Nabi dan Sukarno, Sukmawati Diminta Belajar tentang Islam
Optimalisasi Sistem dan Teknologi Jadi Kunci Kesuksesan Digitalisasi Distribusi Pupuk PKT
Dipindah ke Nusakambangan, Habib Bahar Tempati Sel High Risk Sendirian