sumber foto cnbcindonesia.com Kematian global karena pandemi corona (COVID-19) mencapai 400.000 jiwa, pada Minggu (7/6/2020). Meningkatnya jumlah korban meninggal di Brasil dan India menjadi sebab.
Dilansir dari laman cnbcindonesia.com, sebagaimana ditulis Reuters, AS mencatat seperempat dari total kematian yang ada. Negara itu mencatat angka kematian tertinggi hingga 110.000.
Namun angka di Amerika Latin kini naik signifikan. Di mana kematian di Brasil meningkat dengan cepat dan melampaui Inggris, yang sebelumnya memiliki angka kematian terbesar kedua.
"Amerika Latin memiliki wabah terbesar kedua dengan lebih dari 15% kasus," tulis Reuters memaparkan hitungannya, dikutip Senin (8/6/2020). Kematian COVID-19 pertama kali dilaporkan di Wuhan pada 10 Januari. Hingga awal April, kematian tercatat sebanyak 100.000 lebih. Dalam catatan Reuters, butuh 24 hari untuk beralih ke 400.000.
Dalam lima bulan saja, kematian akibat COVID-19 sudah menyamai kematian akibat malaria dalam setahun. Malaria merupakan penyakit menular dan mematikan di dunia. Dari catatannya, media ini juga mencatat kasus global mendekati 7 juta. Di mana sekitar 2 juta atau 30% berada di Amerika Selatan. (GA)
Ini 5 Rumah Sakit yang Terapkan Kelas Standar BPJS Kesehatan
Yang Harus Dilakukan saat Anak Alami Efek Samping Pasca Vaksin Covid
Menperin Sanksi Tegas Industri yang Pakai BBM Subsidi
Vaksin COVID-19 Terbaik untuk Booster, Bisa Pakai Sinovac? Ini Kata ITAGI
Gerhana Bulan Total 26 Mei, Ini Waktu dan Tempat Terbaik untuk Mengamati
MUI Minta Pemerintah Evakuasi WNI di Wuhan