sumber foto kabar24.bisnis.com Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan, agar mahasiswa tidak drop out (DO) karena masalah ekonomi di tengah pandemi Covid-19, maka diberi keringanan uang kuliah tunggal (UKT).
Dilansir dari laman kabar24.bisnis.com, keringanan UKT ditujukan bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) yang diatur dalam Permendikbud 25/2020.
Dalam penjelasannya, Jumat (19/6/2020), Nadiem menyebut bahwa pemerintah memberi keringanan uang kuliah tunggal (UKT) untuk mahasiswa setelah mendapat informasi bahwa cukup banyak mahasiswa yang orangtuanya mengalami krisis ekonomi sebagai dampak dari pandemi Covid-19.
“Untuk itu, Kemendikbud mengeluarkan Permendikbud nomor 20/2020, yang memperbolehkan universitas menyesuaikan besaran UKT untuk mahasiswa terdampak wabah Covid-19,” katanya.
Berikut ketentuan keringanan UKT berdasarkan Permen dikbud 25/2020:
1.UKT dapat disesuaikan untuk mahasiswa yang keluarganya mengalami kendala finansial akibat pandemi Covid-19.
2. Mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil sistem kredit semester (SKS) sama sekali (misalnya menunggu kelulusan).
3.Pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan/atau memberlakukan UKT baru terhadap mahasiswa.
4.Mahasiswa pada akhir masa kuliah membayar paling tinggi 50 persen UKT jika mengambil kurang dari atau 6 SKS dengan ketentuan:
-semester 9 bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan (S1, D4)
-semester 7 bagi mahasiswa program diploma (D3). (GA)
Kemenhub Buka Pendaftaran Mudik Motor Gratis 20 April-8 Mei 2022
Penumpang Pesawat Usia 6-17 Tahun Jalur Domestik Tidak Wajib Antigen, Asalkan..
Cara Cek Bantuan BPJS Ketenagakerjaan dengan NIK KTP
Mudik Pakai Kapal Laut, Anak 6-17 Tahun Bebas Tes Covid-19
6 Daftar Harga Barang Naik, dari Minyak Goreng hingga Kerupuk
Bagaimana Jika Tidak Dapat THR? Berikut Cara Lapor ke Pemerintah