sumber foto liputan6.com Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membuat inovasi produk replika batu alam. Ternyata, bahan yang digunakan ialah limbah dari abu ampas tebu dan cangkang kerang. Hasilnya mampu menjadi produk menarik yakni replika batu alam untuk bahan bangunan. Adapun tim itu dibimbing oleh Dr. Eliada Herwiyanti, MSi, Ak., dengan ketua tim Daenah (Program Studi Akuntansi), beranggotakan Luthfiyyah (Program Studi Akuntansi), Haidar F.R. dan Andrean Eka (Program Studi Teknik Sipil), serta Anisa Permata (Program Studi Biologi). Baca juga: Mahasiswa Unsoed Teliti Seledri Jadi Obat Herbal Penyakit Ginjal Kurangi ekploitasi alam Menurut Daenah, gagasan produk yang diberi nama "Rebuca" ini dilatarbelakangi fenomena meningkatnya intensitas limbah hasil industri. Seperti cangkang kerang dan abu ampas tebu akibat dari pemanfaatannya yang kurang optimal.
Dilansir dari laman liputan6.com. Padahal, limbah itu masih dapat dimanfaatkan. Sedang di sisi lain, pembangunan infrastruktur dan hunian merupakan suatu kegiatan yang akan terus-menerus dilakukan. Adanya pembangunan fisik tersebut, tidak menutup kemungkinan meningkatnya eksploitasi terhadap bahan bangunan, seperti batu gunung dan pasir. Karena itu, untuk menjaga kelestarian alam, tim PKM tersebut memilih limbah cangkang kerang dan abu ampas tebu untuk menjadi suatu produk. Dikatakan, pemilihan cangkang kerang sebagai substitusi pasir dikarenakan cangkang kerang memiliki kandungan silikon dioksida (SiO2) dan kalsium oksida (CaO). Kandungan senyawa ini ternyata bermanfaat untuk mengurangi daya serap air pada produk dan mampu menciptakan produk replika batu alam yang kuat terhadap air laut. (iv)
Daftar Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Apa Saja?
Pemerintah Minta Warga Tak Terlena Meski Vaksin Corona Tengah Disiapkan
Tambah Stok, Indonesia Kembali Terima Bantuan Vaksin dari Belanda
Jokowi Perintahkan Menkes: Biaya PCR Rp450 ribu- Rp550 ribu dan Hasilnya 1x24 Jam
Menko Airlangga Buka-bukaan Alasan Dasar Lahirnya UU Cipta Kerja
Jet Siluman Jepang Jatuh, Insiden Kedua yang Dialami F-35 di Dunia