Harga minyak anjlok sekitar 5 persen ke level terendah delapan bulan pada Jumat (23/9) sore waktu AS atau Sabtu (24/9) pagi WIB. Mengutip Reuters, harga minyak Brent berjangka turun US$4,31 atau 4,8 persen ke level US$86,15 per barel atau turun sekitar 6 sepekan kemarin. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$4,75 atau 5,7 persen ke US$78,74, turun sekitar 7 persen sepekan kemarin. Kejatuhan itu merupakan pelemahan minggu keempat berturut-turut harga minyak untuk pertama kalinya terjadi sejak Desember 2021 lalu. Analis menyebut kejatuhan harga minyak dipicu oleh penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam waktu lebih dari dua dekade belakangan ini.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com. Kejatuhan juga dipicu kekhawatiran pasar atas perlambatan ekonomi di sejumlah negara imbas dari kenaikan bunga acuan yang dilakukan oleh Federal Reserve AS sebesar 75 basis poin pada dan sejumlah bank sentral beberapa negara demi meredam lonjakan inflasi. "Harga minyak mendapatkan tekanan karena pasar khawatir pertumbuhan global mencapai mode panik akibat kenaikan bunga acuan," kata analis pasar senior di perusahaan data dan analitik OANDA Edward Moya. Pasar khawatir kenaikan bunga acuan bisa membebani pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak sehingga membuat harganya tertekan.(IV)
Mumpung Turun! Cek Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini
Membongkar Penyebab Ekonomi Global Bisa Jatuh ke Jurang Resesi di 2023
Erick Thohir Sebut Skandal Harley oleh Direksi Garuda Indonesia Sangat Sistematis
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Kamis 1 April, Antam Turun Lagi Bun!
Daftar 10 Kementerian Paling Gemar Habiskan Duit
Ekonomi RI Tumbuh di Atas Prediksi