sumber foto tempo.co. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menjelaskan bahwa aliran dana misterius Rp14 triliun yang masuk ke rekening seorang staf honorer di kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Buol, hanyalah kesalahan sistem.“PPATK sudah menelusuri dan ternyata itu salah cetak. Sudah diperbaiki dan hak nasabah tetap dipenuhi,” kata Ivan Yustiavandana saat dihubungi, Selasa, 27 September 2022. Ivan Yustiavandana mengatakan saat ini kesalahan sistem tersebut sudah ditangani oleh Bank Negara Indonesia (BNI).
Dilansir dari laman tempo.co. Sementara itu, Direktur Human Capital dan Kepatuhan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Mucharom belum membalas pesan Tempo perihal masalah ini. Sebelumnya, nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) berinisial NNS di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), terkejut dengan dana misterius senilai Rp14 triliun yang tiba-tiba masuk di rekening pribadinya. Kabar aliran dana misterius itu lantas ramai menjadi topik perbincangan hangat di jejaring media sosial Facebook.(iv)
Katanya Indonesia Kebagian Lihat Gerhana Matahari Cincin 26 Desember
Pastikan Tak Ada Kematian Akibat Vaksin Corona, Ini Penjelasan Komnas KIPI
Menteri Suharso: Kehidupan Baru Akan Datang dalam Beberapa Hari
Penumpang Pesawat-Kereta Baru Dua Kali Vaksin Wajib Antigen
Lowongan Pegawai Setara PNS Dibuka Habis Lebaran, CPNS Oktober
Indonesia-Malaysia Sepakati Tapal Batas di Kaltara dan Kalbar