sumber foto tempo.co. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menjelaskan bahwa aliran dana misterius Rp14 triliun yang masuk ke rekening seorang staf honorer di kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Buol, hanyalah kesalahan sistem.“PPATK sudah menelusuri dan ternyata itu salah cetak. Sudah diperbaiki dan hak nasabah tetap dipenuhi,” kata Ivan Yustiavandana saat dihubungi, Selasa, 27 September 2022. Ivan Yustiavandana mengatakan saat ini kesalahan sistem tersebut sudah ditangani oleh Bank Negara Indonesia (BNI).
Dilansir dari laman tempo.co. Sementara itu, Direktur Human Capital dan Kepatuhan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Mucharom belum membalas pesan Tempo perihal masalah ini. Sebelumnya, nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) berinisial NNS di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), terkejut dengan dana misterius senilai Rp14 triliun yang tiba-tiba masuk di rekening pribadinya. Kabar aliran dana misterius itu lantas ramai menjadi topik perbincangan hangat di jejaring media sosial Facebook.(iv)
Syed Mohammad Azra Terpilih sebagai Ketua DPC SPRMII Dumai
Ingat! Peserta Tes SKD CPNS 2021 Wajib Isi Formulir Deklarasi Sehat di SCCSN
Kemnaker Beberkan Penyebab Munculnya Aksi Penolakan UU Cipta Kerja
Jokowi: Pemerintah Tidak Akan Kompromi Terhadap Intoleransi
PBNU Imbau Anak-anak dan Orangtua Usia Lanjut Sholat Idul Adha di Rumah
Larangan Mudik Adalah Keputusan Politik Presiden Jokowi